Tak lama selepas melahirkan anaknya, ibu ini meninggal kerana sakit. Sang ayah yang juga memiliki penyakit otak dan juga mengalami masalah mental tidak mampu berbuat apa-apa. Ditambah kenyataan isterinya yang telah meninggal dunia membuat dirinya semakin parah.
Nasib baik, di kelurga rumah mereka masih ada seorang atuk yang telah berusia 80 tahun yang memikul tanggung jawab untuk mengurus anak tersebut: “Dia adalah cucu saya, saya yang akan mengurusnya!” Tapi saat anak itu mau diberikan susu, keluarga mereka sama sekali tidak memiliki wang untuk membeli susu formula.
Bayi itu menangis meronta-ronta kehausan meminta susu, sampai-sampai atuknya terpaksa melakukan hal ini!
Atuk itu tidak punya cara selain mencari seekor kambing untuk dijadikan ibu angkatnya. Ia pun pergi ke tetangga sebelah meminta mereka menjual seekor kambing betina kepada dirinya.
Mereka pun tak sanggup melihat orang tua yang malang ini dan akhirnya mereka dengan ikhlas menyumbangkan seekor kambing kepada orang tua itu tanpa sesenpun.
Orang tua itu tidak enak hati menerima sesuatu secara percuma tanpa memberikan balasan, ia pun merogoh kocek wang beberapa ratus yuan yang ada di kantongnya untuk membayar mereka.
Setiba di rumah, dia segera mencuci puting susu dan bersiap-siap memerah susu, tapi terbesit dibenaknya, bagaimana caranya ia memerah susu tanpa pernah melakukannya sekalipun? Cuba demi cubaan yang dilakukannya pun menemui jalan buntu.
Di sisi lain dengan keadaan tangisan cucunya semakin keras, orang-orang yang di samping mengatakan: “Baringkan je kambing tu bagi budak tu isap terus!”
Tak disangka cucunya pun langsung mengisap susu dari kambing itu, sebentar saja sudah kenyang, dan tertidur pulas dengan puting susu yang masih menempel di mulut.
Sejak saat itu, anak itu sudah seperti anak dari kambing itu, disaat dirinya lapar ia pasti mencari induknya. Lama-kelamaan muncul ikatan perasaan “ibu dan anak” yang sangat mendalam.
Padahal, awalnya atuknya khawatir anak ini tidak cocok dengan susu kambing, tak disangka cucunya tidak repot sama sekali atau bahkan jatuh sakit, seterusnya tumbuh dengan baik-baik saja, dan akhirnya atuknya juga ikut tenang.
Sekarang anak itu sudah berumur 2 tahun, sudah tidak butuh asupan ASI lagi. Atuk tua itu berikrar bahwa kambing ibu angkat dari anak itu akan tetap dipelihara seterusnya, menjamin sisa-sisa hidupnya dapat berlalu dengan baik.




